Page 39 - Binder WO 091
P. 39

empat meniti karier di perusahaan farmasi   yang semakin banyak. Melalui media sosial, interaksi
                          selama 10 tahun dan menduduki jabatan       terjalin, saran dan kritik yang masuk dijadikan pelecut
                          product manager divisi marketing, Yuli Yulianti   untuk terus memperbaiki layanan. Dan tidak hanya
                  S akhirnya memutuskan untuk mengundurkan            fokus pada pertumbuhan klinik, ibu satu anak ini juga
                  diri. Berbekal pengalaman marketing di perusahaannya   mengembangkan core business lain yang masih berkaitan,
                  selama 10 tahun dan passion di bidang formulasi     yakni produk perawatan kulit. Terjun langsung dalam
                  kosmetika, dia bertekad mendirikan bisnis kecantikan   riset dan pengembangan, dia mengaku senang dapat
                  pada 2011 dengan brand Calysta Skincare Clinic. Awalnya   menggunakan ilmunya untuk memberi manfaat kepada
                  bisnis dijalankan bersama kedua kakaknya yang seorang   orang lain. Dengan bangga dia pun menceritakan tahun
                  dokter dan entrepreneur. Namun seiring berjalannya   ini sudah membuka pabrik sendiri untuk memproduksi
                  waktu, pengelolaan bisnis ini kemudian sepenuhnya   skincare-nya dan jika tidak ada halangan akan meluncurkan
                  diserahkan kepada Yuli. Mulai dari membuat SOP di   11 serum terbaru bulan September yang akan datang.
                  klinik, mempersiapkan materi pelatihan karyawan,       Yuli menyampaikan bahwa secara umum bisnis
                  standar harga, bahan baku produk, hingga semua      skincare ini terus meningkat, karena sejak pandemi kita
                  perlengkapan klinik.                                lebih aware terhadap kesehatan kulit. Tidak lagi mengejar
                     Pada 2012, alumnus Jurusan Farmasi Institut Teknologi   kulit putih saja, tetapi juga sehat, bebas jerawat, dan
                  Bandung ini mengambil langkah berani dengan membuka   mencegah penuaan dini. Saat ini produk skincare Calysta
                  cabang pertamanya di Kuningan, Jawa Barat. Lalu, pada   bisa didapatkan melalui e-commerce maupun website. Dia
                  2015 sudah terdapat lima klinik yang tersebar di berbagai   pun membuka peluang melakukan penjualan dengan
                  daerah di Jawa Barat. “Klinik Calysta mulai dikenal di   sistem kemitraan, atau seperti distributor keagenan. Jadi,
                  sekitar daerah tempat kami buka. Konsep klinik yang   diharapkan perluasannya lebih cepat dan bisa dijangkau
                  mengutamakan keamanan dan kenyamanan membuat        seluruh konsumen di Indonesia. Tidak perlu datang ke
                  para klien merasa cocok dengan produk maupun        klinik, tapi tetap bisa menikmati produknya.
                  perawatan Calysta,” ujar Yuli.                         Terbilang sukses mengembangkan bisnisnya, Calysta
                     Bercerita tentang tantangan yang dihadapi terjadi   tak ingin maju sendirian. Bahkan sebelum pandemi,
                  pergeseran dibandingkan ketika pada pertama memulai   klinik mengadakan pelatihan makeup yang terbuka bagi
                  bisnis. Kalau dulu tantangannya adalah membangun    perempuan yang tertarik menjadi makeup artist. Rencananya
                  kepercayaan klien dengan kualitas layanannya, kini Calysta   pelatihan akan dibuka kembali setelah launching produk
                  dihadapkan pada kompetitor yang semakin menjamur.   dekoratif nanti, seperti BB cream, foundation, dan lip cream.
                  “Dilihat dari sisi positifnya, berarti pasarnya tumbuh,   “Rencananya akan kami siapkan dulu, setelah ada produknya
                  demand meningkat, dan edukasi pun kian meluas.      kita baru akan mulai acara makeup class lagi. Kegiatan
                  Sehingga para perempuan sudah mulai aware untuk     tersebut terbuka bagi siapa pun, karena Calysta itu dari
                  merawat kulit dengan mendatangi klinik kecantikan.   perempuan untuk perempuan. Jadi kita buka untuk umum,
                  Menghadapi persaingan kita harus selalu melihat keunikan   biasanya untuk pelanggan yang sudah existing dengan
                  apa yang kita miliki yang tidak dimiliki klinik lain. Selain   Calysta atau komunitas di Jakarta dan Bandung. Supaya ada
                  update jenis perawatan dan produk, pelayanan pun terus   komunitas yang terbentuk,” tutur Yuli mengenai program
                  dijaga, karena pelayanan itu sesuatu yang unik dan sulit   pemberdayaan yang dilakukannya.
                  diduplikasi orang lain,” ungkap perempuan yang gemar   Mengagumi Nurhayati Subakat yang memiliki
                  traveling ini dengan bersemangat. Hal ini terbukti dengan   latar belakang sama dengannya, Yuli bercita-cita
                  jumlah klinik Calysta yang semakin bertambah sampai 15   ingin menjadikan perusahaannya sebesar itu. Dia
                  cabang hingga kini.                                 pun berpesan kepada perempuan Indonesia dalam
                     Selain meningkatkan kualitas dokter, Yuli ikut   memperingati Hari Kemerdekaan RI, agar mampu
                  mengembangkan skill marketing yang dimilikinya,     berdaya, mandiri, mengembangkan passion dan skill
                  terutama menghadapi persaingan dari anak-anak       mumpuni yang terus diasah. Sehingga bisa memberikan
                  muda yang lebih melek teknologi. Calysta pun turut   manfaat sebanyak mungkin serta mendukung
                  merambah digital marketing untuk menjangkau konsumen   perempuan lainnya untuk maju.




 38   |                                                                                                                    |  39
   34   35   36   37   38   39   40   41   42   43   44